Megawati Membuka Fakta Percobaan Pembunuhan Terhadap Sukarno

Kompas Malam –¬†Megawati Membuka Fakta Percobaan Pembunuhan Terhadap Sukarno, Megawati Sukarnoputri selaku Ketua Umum PDIP, hadir dalam peluncuran tiga buku seri sejarah Sukarno di Museum Nasional, Kamis (30/11/2017). Tidak hanya sekadar hadir. Megawati juga didaulat menjadi pembicara utama.

Megawati menyatakan dirinya merupakan salah satu saksi sejarah sang Proklamator. Saat membahas salah satu judul buku “Mengincar Bung Besar,” dia membuka fakta tentang berapa kali Bung Karno menjadi target pembunuhan.

Megawati juga mengungkapkan salah satu percobaan pembunuhan Bung Karno saat Putra Sang Fajar itu sedang berada di Istana Merdeka. Pada waktu kejadian Megawati tengah bersekolah.

Sebuah penyerangan dilakukan terhadap Sukarno oleh seorang pilot yang sedang latihan terbang. Seharusnya sebuah peluru mengenai kepala Sukarno diruang makan. “Namun entah kenapa ditengah aksi penyerangan, ayah saya sedang berada di ruang DPA melakukan rapat,” kenang Megawati. Akhirnya Sukarno selamat dari percobaan pembunuhan.

Ia lalu menceritakan percobaan lain pembunuhan terhadap Presiden Pertama Republik Indonesia itu. “Percobaan eksekusi terhadap Sukarno itu adalah saat peristiwa Cikini,” ujar Megawati sambil mengenang masa kecilnya.

Saat itu, Sukarno dijadwalkan hadir dalam perayaan ulang tahun Sekolah Cikini yang diselenggarakan di Perguruan Cikini di Jalan Cikini, Nomor 76, Jakarta Pusat. Putera-puteri Sukarno pun tercatat menjadi murid di sekolah tersebut, Sekolah Rakyat Cikini. “Saat itu saya bertugas menjaga pameran, kakak dan adik-adik saya juga (bertugas menjaga hal lain). Lalu Bung Karno mengunjungi saya sebagai orangtua.”

Dua pelaku peristiwa Cikini yang mengaku sebagai korban cuci otak itu mengetahui rencana kehadiran Sukarno di sekolah tersebut. “Kedua pelaku itu luluh melihat Bung Karno kewalahan dipeluk anak-anak kecil,” kata Presiden ke-5 RI ini. Karena terharu menyaksikan pemandangan tersebut, kedua pelaku telat melempar granat dari waktu yang sudah ditentukan sebelumnya. Akhirnya, granat gagal menarget Sukarno dan justru menyasar warga sekolah Cikini serta pasukan pengamanan presiden (paspampres).

Dalam peristiwa tersebut, tercatat tujuh orang tewas. Dan hari ini bertepatan dengan peringatan 60 tahun Peristiwa Cikini. “Perencanaan dan pelaksanaan pembunuhan kepada Bung Karno itu 23 kali,” ujar Megawati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *